Posted: September 13, 2012 in Uncategorized

Official Blog of Pratama Yoga Nugroho

Saya mulai mengenalnya saat di semester 3, saat kami sama-sama masih menyandang status mahasiswa di Universitas Diponegoro. Sosoknya tampak sederhana. Kesederhanaannya membuat saya dan mungkin teman-teman lainnya menilainya dengan sederhana. Waktu pun berjalan dan penilaian saya tak berubah, hingga suatu siang saya melihat namanya dalam daftar peraih sebuah beasiswa di kampus. Di daftar itu ada namanya dan beberapa informasi lainnya; raihan prestasi akademik salah satunya. Demi melihat IPKnya saat itu, saya langsung sadar saya telah membuat kesalahan. Ia tak sesederhana seperti kelihatannya. Ia tak terduga dan pasti bukan sosok biasa.

Lalu kami menjadi dekat saat ia masuk ke dalam dunia organisasi: EDSA (Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris) dan BEM Fakultas Ilmu Budaya, di antaranya. Perannya cukup kentara dan gebrakannya kadang terduga. Pernah suatu waktu kami berbincang soal rencananya mengadakan sebuah seminar yang harga tiketnya dibanderol Rp 150.000,00. Saya ketar-ketir, namun ia tetap jalan terus, penuh optimisme. Hingga suatu siang, sehari…

View original post 428 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s