Pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

Posted: February 29, 2012 in Uncategorized

Selasa lalu (28/2/2012) teman saya hendak mengurus pembuatan SKCK untuk melamar pekerjaan. Kamipun menuju polres seteempat. Sesampainya di tempat pembuatan SKCK, teman saya pun mendapat formulir untuk di isi. Setelah formulir terisi, iapun menuju ke loket. Namun, oleh petugas dia diminta untuk ke ruang sidik jari untuk membubuhkan sidik jarinya (10 jari) dan melakukan foto di tempat. Yang aneh adalah dia di suruh membayar Rp. 10.000,00 entah untuk alasan apa. Kamipun menunggu sampai kartu sidik jarinya jadi baru kembali menuju ke loket untuk mengurus SKCK kembali. Teman saya diminta untuk melengkapi berkas, saat itu dia hanya membawa foto copy KTP, KK, foto dan surat pengantar dari kelurahan. Saat saya mencoba meminta formulir untuk di bawa pulang ternyata tidak boleh. Padahal sebelumnya saya berpikir supaya tidak harus berlama-lama ketika mengisi di tempat jika sewaktu-waktu saya memerlukan SKCK. Begini kira-kira dialognya:

Saya (S) dan Petugas (P)

S          : Pak, boleh minta formnya?

P          : Untuk apa?

S          : Saya mau buat juga besok, Pak. Kalo sekarang masih belum bisa karena

               ada beberapa syarat yang belum saya buat.

P          : Mau buat kapan?

S          : Besok mungkin, Pak.

P          : Sudah buat surat rekomendasi dari kepolisian?

S          : Lho harus tho? Kok teman saya gak pakai itu?

P          : Iya, karena udah terlanjur sampai sini. Kalau belum, tetap harus pakai

               surat rekomendasi kepolisian.

S          : Jadi gak boleh minta dulu formulirnya, Pak?

P          : Dilengkapi saja dulu syarat-syaratnya.

Oke, sayapun kembali ke tempat tunggu. Teman saya melengkapi berkas-berkasnya di loket. Petugas itu kemudian mengecek kelengkapan berkas-berkas dan tiba-tiba berkata bahwa teman saya harus membayar Rp. 20.000,00. Tanpa berpikir panjang teman saya memberikan uang Rp. 50.000,00 kepada petugas. Petugas berkata bahwa gak ada kembalian, teman saya di suruh menukarkan ke tempat fotocopy sambil memfotocopy SKCKnya untuk di legalisir. Dan ternyata di tempat fotocopy pun gak ada kembalian. Untung teman saya bawa uang kecil cukup untuk membayar biaya fotocopy. Tapi berhubung urusan “mencari kembalian” belum selesai, ujung-ujungnya kamipun malah curhat kepada petugas fotocopy. Dia berkata bahwa kejadian seperti ini sudah biasa dan menyarankan kita kembali karena pasti sebenarnya di sana ada kembalian. Kamipun kembali dan memang ada kembalian. Transaksipun selesai dan teman saya mendapat kembalian Rp. 30.000,00. Sambil berbenah dan bersiap pulang, tiba-tiba petugas memanggil saya dan berkata bahwa saya boleh membawa form tersebut. Agak aneh menurut saya, kenapa tiba-tiba saya diijinkan untuik membawa pulang form itu?

Oh iya, ada 1 kejadiaan yg belum saya ceritakan. Beberapa saat setelah keluar dari ruang sidik jari kami bertemu dengan teman lama yg juga sedang membuat SKCK dan ternyata dia di suruh bayar Rp 20.000,00 di loket (jadi total Rp. 30.000,00 dgn sidik jarinya). Spontas saya pun teringat dgn X banner di pojokan dekat loket. Disitu tertulis “TIDAK KKN ADALAH KOMITMEN KAMI!”. Dan di bagian bawah banner itu ada nomor HP pusat pengaduan maka sayapun langsung sms ke nomor itu. “Bikin skck bayar 30rb undang2nya apa?”. Langsung ada balasan (yang saya curigai adalah mesin penjawab otomatis “Terima kasih atas informasi/pengaduan anda, kami akan segera menindaklanjuti informasi/pengaduan tersebut…. JANGAN BOSAN KRITIK POLRI. MANUSIA TIDAK BISA MELIHAT WAJAHNYA SENDIRI, BEGITU JUGA DENGAN POLISI, UNTUK MELIHAT WAJAHNYA DIPERLUKAN CERMIN DAN KRITIK MASYARAKAT”). Beberapa menit kemudian saya mendapat sms dri nomor tidak dikenal 081229198xx yg isinya: “Bikin dimana”. Tanpa berpikir panjang saya langsung menjawab: “di tempat pembuatan SKCK di samping parkir motor”. Setelah beberapa saat saya baru sadar kalau itu bukan nomor pusat pengaduan (karena saya sudah save nomor pengaduan, sedangkan sms terakhir itu berasal dari nomor tidak dikenal). Maka sayapun kembali membalas sms dari pusat pengaduan yg kurang lebih begini (sms kehapus):  “mohon segera ditindaklanjuti karena baru saja teman saya diminta untuk membayar sidik jari Rp 10.000,00 dan di loket Rp. 20.000,00). Dan sayapun kembali mendapatkan balasan dari mesin penjawab otomatis.

Nah, apa hubungannya sms saya ke pengaduan dengan diijinkannya saya membawa pulang form? Sampai saat ini saya belum tau jawabannya, tapi saya rasa ini ada hubungannya karena menurut pengamatan saya dan teman saya tingkah laku petugas menjadi aneh ketika seorang dengan seragam polisi muncul dari balik loket. Para petugas tampak membolak-balik berkas beberapa pemohon sebelumnya. Mungkin saja untuk mencocokkan nomor telpon yang masuk ke pengaduan dengan nomor telepon pemohon. Entahlah. Yang pasti setelah itu tiba-tiba petugas berubah baik dengan mengijinkan saya membawa pulang formulir itu. Tapi disisi lain teman saya tetap dikenakan tarif Rp. 20.000,00

Syarat SKCK:

  1. Surat pengantar/RCK dari polsek seteempat
  2. Foto copy KTP
  3. Foto copy KK
  4. Foto copy paspor
  5. Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.
  6. Pas foto berwarna background merah ukuran 4×6 5 lbr
  7. Mengisi form yang tersedia di loket

Sesuai PP Republik Indonesia Nomor 50/2010, maka tarif resminya adalah Rp. 10.000,00. Mohon partisipasinya untuk lebih jeli ttg dana2 spt ini. Mari kita ikut mengawasi dan bukan malah mengiyakan pungli. Semoga kedepan, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Tentu saja dengan partisipasi dari semua pihak. Dengan semakin transparannya kepolisian dan semakin kritisnya masyarakat.

Untuk biaya2 resmi lainnya spt SIM, dll bisa di unduh di sini:
www.bpkp.go.id/uu/filedownload/4/6/607.bpkp

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s